Cemara tertunduk tapi tak melamun. Wajahnya tak dapat kulukiskan, seperti menyimpan cerita yang ingin diperdengarkan. Semakin dekat kududuk disampingnya. Aku ingin tau kenapa seraut wajah itu seperti begitu menyimpan misteri. Lebih dekat kucoba ikut merasakannya, hanya diam tak berkata-kata. Kuberanikan menyapa, seperti terusik, tapi menetes air matanya. “Apa yang sedang terjadi denganmu sayang?”
Seperti mengigau sepanjang malam. Malam ini menyisahkan mimpi yang begitu menakutkan baginya.
-untuk yang terdiam memandangku- maret 23, 2007