hati
Aku yang selalu tersingkir, tak ada yang mau mengerti aku. Setiap hari yang tersisa hanya lamunan dan malam yang begitu sepi selalu dikelilingi mimpi, jadikan aku lupa akan arti hidup ini. Terkadang aku bingung, lelah, seperti tanpa jiwa. Orang mengatakan ‘keindahan’ itu terukir dari dalam hati, karena hati tidak pernah bohong. Padahal hati tidak bisa melihat seperti mata, hati tidak bisa merasa seperti lidah, hati tidak bisa meraba seperti tangan-tangan dan hati tidak bisa berkata-kata, hati tidak bisa medengar seperti telinga. Hati tak bisa apa-apa. Hati hanya bisa diam. Hati hanya bisa menyaksikan. Hati hanya bisa menyadari. Kalau hati adalah seperti debu yang tertiup angin terbang kemana arah hembusan, maka hati adalah tidak jauh dari udara. Hati juga bukan pasir, hati adalah segumpal darah. Pernah seorang Dahlan Iskhan, salah satu orang penting di Jawa Pos sempat mengganti hatinya, entah kenapa, mungkin gila. Tapi dengan begitu, ahli kesehatan mengatakan beliau akan mampu bertahan hidup selama beberapa waktu lebih lama jika dibanding apabila tidak melakukan penggantian hatinya yang selama hidup menemani dengan setia. Itu hati dari seorang Dahlan Iskhan. Sekarang hati yang ada di dalam tubuh ini . . .
Mengapa semua orang berdiri seperti mengenalku! Ini hati? benarkah ia yang berkata? Oh tidak! Harusnya kubuang jauh dan tak pernah ada perdebatan ini.
Mei, 18 2008
hati
Juni 9, 2008 oleh geiela