Kurelakan sebagian malamku tersita oleh angan-angan, mimpi-mimpi dan harapan-harapan yang belum pasti.
Apa yang dirasakannya, tiada yang tau. Hanya sekilas pandangan yang sempat mengganggu hampir mengusik konsentrasinya. Akhirnya pensil itu patah, dan kembali harus diraut. Dengan pikiran mengandai-andai pergi entah kemana, berusaha tak kehilangan moment yang sempat mengibur.
Pensil itu pun sudah diraut. Siap kembali menari diatas sobekan kertas yang sudah tertata rapi, membentuk satu halaman. Tiba-tiba dia ingat, halamam semalam hampir selesai. Tapi dimana sobekan itu? Tulisan ini akan menjadi cerita yang panjang.
Feb 21, 2007